Instalasi VirtualBox dan Proxmox VE, serta Setup Storage dan Network
Menyiapkan lab virtualisasi dengan VirtualBox, menginstal Proxmox VE, lalu mengonfigurasi storage dan bridge network.
Modul ini adalah gerbang menuju praktik infrastruktur. Anda akan menyiapkan VirtualBox sebagai lab lokal, menginstal Proxmox VE di dalamnya (atau di server fisik), lalu mengatur storage dan network agar VM serta LXC bisa berjalan.
Virtualisasi: konsep singkat
Virtualisasi memungkinkan satu mesin fisik menjalankan beberapa sistem operasi tamu secara terisolasi. Dua pendekatan utama:
| Jenis | Cara kerja | Contoh |
|---|---|---|
| Hypervisor tipe 1 (bare-metal) | Langsung di atas hardware | Proxmox VE, ESXi, Hyper-V |
| Hypervisor tipe 2 (hosted) | Berjalan di atas OS host | VirtualBox, VMware Workstation |
| Container | Berbagi kernel host | LXC, Docker |
Proxmox VE adalah hypervisor tipe 1 berbasis Debian yang mendukung VM (KVM) dan LXC. Untuk belajar tanpa server fisik, kita bisa menjalankan Proxmox di VirtualBox dengan nested virtualization.
Prasyarat hardware
| Komponen | Minimum lab | Rekomendasi |
|---|---|---|
| CPU | 4 core dengan VT-x/AMD-V | 8 core atau lebih |
| RAM | 8 GB | 16–32 GB |
| Storage | 100 GB | SSD/NVMe 256 GB+ |
| Network | 1 adapter | 2 adapter bila memungkinkan |
Aktifkan virtualisasi hardware
Pastikan Intel VT-x atau AMD-V aktif di BIOS/UEFI. Tanpa ini, Proxmox tidak bisa menjalankan VM KVM dan VirtualBox akan sangat lambat.
1. Instalasi VirtualBox
- Unduh VirtualBox dari situs resmi dan pasang di komputer Anda.
- Buat VM baru dengan spesifikasi:
- Nama:
proxmox-lab - Tipe: Linux, versi Debian (64-bit)
- RAM: minimal 4096 MB, rekomendasi 8192 MB
- CPU: minimal 2 core
- Disk: 60 GB atau lebih (VDI, dynamically allocated)
- Nama:
- Buka Settings → System → Processor dan aktifkan Enable Nested VT-x/AMD-V.
- Buka Settings → Network → Adapter 1, pilih Bridged Adapter agar Proxmox mendapat IP dari router rumah/kantor.
- Pasang ISO Proxmox VE pada Settings → Storage → Optical Drive.
Alternatif: nested virtualization lewat CLI
VBoxManage modifyvm "proxmox-lab" --nested-hw-virt on
VBoxManage modifyvm "proxmox-lab" --nic1 bridged --bridgeadapter1 "eth0"Sesuaikan nama adapter host (eth0, wlan0, atau nama lain) dengan hasil ip link.
2. Instalasi Proxmox VE
- Unduh ISO Proxmox VE terbaru dari situs resmi.
- Boot VM dari ISO, pilih Install Proxmox VE.
- Setujui lisensi, pilih disk target, lalu atur lokasi dan timezone.
- Buat password
rootyang kuat dan isi alamat email admin. - Konfigurasi network:
- Hostname:
pve.lab.local - IP address: misalnya
192.168.1.50/24 - Gateway:
192.168.1.1 - DNS:
1.1.1.1atau DNS router
- Hostname:
- Selesaikan instalasi dan reboot. Lepas ISO setelah reboot.
Akses web UI di https://192.168.1.50:8006 (abaikan peringatan sertifikat self-signed).
Login pertama
Gunakan user root dan password yang dibuat saat instalasi. Pilih realm Linux PAM, bukan
Proxmox VE authentication server, untuk login root.
3. Setup storage
Proxmox mendukung banyak jenis storage. Setelah instalasi biasanya tersedia local dan
local-lvm.
| Storage | Isi umum | Cocok untuk |
|---|---|---|
local | ISO, template, backup | File statis |
local-lvm | Disk VM dan LXC | VM/LXC dengan performa baik |
| Directory | Folder di filesystem host | Backup, ISO, template |
| ZFS | Pool dengan snapshot dan checksum | Data penting, lab lanjutan |
| NFS/CIFS | Storage jaringan | Backup atau shared storage |
Menambah directory storage lewat GUI
- Buka Datacenter → Storage → Add → Directory.
- Isi ID, path (misalnya
/mnt/data), dan pilih content:Disk image,Container,ISO image,VZDump backup file. - Klik Add.
Menambah storage lewat CLI
mkdir -p /mnt/data
pvesm add dir data --path /mnt/data --content iso,vztmpl,backup,images
pvesm statusUntuk disk tambahan, buat filesystem terlebih dahulu:
lsblk
mkfs.ext4 /dev/sdb1
mkdir -p /mnt/data
echo '/dev/sdb1 /mnt/data ext4 defaults 0 2' >> /etc/fstab
mount -a
df -h /mnt/data4. Setup network bridge
Network Proxmox dikelola di /etc/network/interfaces. Konfigurasi umum memakai bridge vmbr0
yang terhubung ke NIC fisik.
nano /etc/network/interfacesContoh konfigurasi:
auto lo
iface lo inet loopback
auto enp1s0
iface enp1s0 inet manual
auto vmbr0
iface vmbr0 inet static
address 192.168.1.50/24
gateway 192.168.1.1
bridge-ports enp1s0
bridge-stp off
bridge-fd 0Terapkan perubahan:
ifreload -a
ip -br a
ping -c 3 1.1.1.1Hati-hati saat mengubah network
Jika Anda mengubah IP lewat SSH, koneksi bisa terputus. Pastikan akses fisik atau console Proxmox tersedia sebagai cadangan.
Bridge tambahan untuk jaringan internal
Anda bisa membuat vmbr1 tanpa port fisik untuk jaringan internal antar-VM:
auto vmbr1
iface vmbr1 inet static
address 10.10.10.1/24
bridge-ports none
bridge-stp off
bridge-fd 0VM yang terhubung ke vmbr1 bisa saling berkomunikasi tanpa keluar ke jaringan fisik.
Verifikasi
pveversion
pvesm status
ip -br a
qm list
pct listJika web UI terbuka dan storage berstatus active, instalasi dasar selesai.
Ringkasan
- VirtualBox dipakai sebagai lab untuk menjalankan Proxmox dengan nested virtualization.
- Proxmox VE adalah hypervisor tipe 1 untuk VM KVM dan container LXC.
- Storage menentukan tempat disk, ISO, template, dan backup.
- Bridge
vmbr0menghubungkan VM/LXC ke jaringan fisik.
Selanjutnya
Sekarang buat mesin pertama Anda di Membuat dan Mengelola VM serta LXC.
Ekosistem DevOps: Budaya, Workflow, dan Arsitektur Infrastruktur
Memahami komponen ekosistem DevOps — budaya, alur kerja, lingkungan, toolchain, dan lapisan arsitektur infrastruktur.
Membuat dan Mengelola VM (Virtual Machine) dan LXC (Linux Container)
Praktik membuat VM dari ISO dan LXC dari template di Proxmox, lengkap dengan perintah pengelolaan sehari-hari.