IP Address, IPv4, Subnet, dan Private Network
Memahami struktur IPv4, CIDR, subnet mask, alamat privat, dan cara merancang jaringan internal untuk Proxmox, VM, dan LXC.
Setiap perangkat yang berkomunikasi di jaringan butuh IP address. Modul ini membahas IPv4, subnet, dan private network — fondasi untuk mengatur VM/LXC, NAT, firewall, dan akses remote.
IPv4
IPv4 adalah alamat 32-bit yang ditulis sebagai empat oktet desimal, masing-masing 0–255.
192.168.1.50- Total: 2³² ≈ 4,3 miliar alamat.
- Setiap oktet = 8 bit.
- Contoh biner
192.168.1.50=11000000.10101000.00000001.00110010.
Bagian alamat
| Bagian | Arti |
|---|---|
| Network | Identitas jaringan |
| Host | Identitas perangkat dalam jaringan |
| Subnet mask | Menentukan batas network dan host |
Subnet mask dan CIDR
CIDR (Classless Inter-Domain Routing) menulis panjang prefix setelah garis miring.
| CIDR | Subnet mask | Jumlah alamat | Host usable |
|---|---|---|---|
/24 | 255.255.255.0 | 256 | 254 |
/25 | 255.255.255.128 | 128 | 126 |
/26 | 255.255.255.192 | 64 | 62 |
/27 | 255.255.255.224 | 32 | 30 |
/16 | 255.255.0.0 | 65.536 | 65.534 |
Rumus host usable: 2^(32 - prefix) - 2 (network dan broadcast tidak dipakai).
Contoh 192.168.1.0/24:
- Network:
192.168.1.0 - Host pertama:
192.168.1.1 - Host terakhir:
192.168.1.254 - Broadcast:
192.168.1.255
Private network
Alamat privat (RFC 1918) tidak dirutekan di internet. Alamat ini dipakai di jaringan lokal dan biasanya keluar internet lewat NAT.
| Rentang | CIDR | Jumlah alamat |
|---|---|---|
10.0.0.0 – 10.255.255.255 | 10.0.0.0/8 | 16 juta+ |
172.16.0.0 – 172.31.255.255 | 172.16.0.0/12 | 1 juta+ |
192.168.0.0 – 192.168.255.255 | 192.168.0.0/16 | 65 ribu |
Alamat khusus lain:
| Rentang | Fungsi |
|---|---|
127.0.0.0/8 | Loopback (localhost) |
169.254.0.0/16 | Link-local (APIPA) |
100.64.0.0/10 | Carrier-grade NAT (CGNAT) |
224.0.0.0/4 | Multicast |
Rencana alamat yang rapi
Tentukan blok jaringan sejak awal, misalnya:
192.168.1.0/24 untuk LAN, 10.10.10.0/24 untuk internal Proxmox, dan 10.20.20.0/24 untuk
container. Konsistensi memudahkan firewall dan dokumentasi.
Melihat konfigurasi IP
ip -br a
ip addr show
ip routeContoh output:
eth0 UP 192.168.1.60/24
lo UNKNOWN 127.0.0.1/8Cek gateway:
ip route | grep defaultMenghitung subnet
Gunakan ipcalc:
apt install -y ipcalc
ipcalc 192.168.1.50/24
ipcalc 10.10.10.0/26Atau ip route untuk melihat rute:
ip route get 1.1.1.1Praktik: jaringan internal Proxmox
Pada Modul B kita membuat bridge vmbr1 dengan 10.10.10.1/24. Mari gunakan blok itu.
- Host Proxmox menjadi gateway
10.10.10.1. - VM/LXC internal memakai
10.10.10.10,10.10.10.11, dan seterusnya. - Trafik keluar internet diatur lewat NAT (dibahas di halaman berikutnya).
Konfigurasi IP statis di LXC:
pct set 201 --net0 name=eth0,bridge=vmbr1,ip=10.10.10.11/24,gw=10.10.10.1
pct exec 201 -- ip -br a
pct exec 201 -- ping -c 3 10.10.10.1Di dalam container Debian, konfigurasi permanen biasanya ada di
/etc/network/interfaces atau dikelola Proxmox.
Ringkasan
- IPv4 terdiri dari 32 bit dan ditulis dalam empat oktet.
- CIDR dan subnet mask menentukan network serta jumlah host.
- Alamat privat dipakai di jaringan lokal dan keluar lewat NAT.
- Rencanakan blok IP sejak awal agar VM/LXC mudah dikelola.
Selanjutnya
Pahami bagaimana alamat privat keluar internet di Public IP, Private IP, NAT, Port Forwarding, dan CGNAT.
Process, Job, Service, dan System Management
Melihat dan mengelola proses, job shell, service systemd, log, serta tugas terjadwal di Linux server.
Public IP, Private IP, NAT, Port Forwarding, dan CGNAT
Membedakan IP publik dan privat, memahami cara kerja NAT, port forwarding, serta keterbatasan CGNAT dan solusinya.